Sejak pertengahan tahun 1970-an, telah dikembangkan sistem-sistem yang secara khusus dibuat untuk menangani masalah informasi yang bereferensi geografis dalam berbagai cara dan bentuk. Masalah-masalah ini mencakup :
- 1. Pengorganisasian data dan informasi
- 2. Penempatan informasi pada lokasi tertentu
- 3. Melakukan komputasi, memberikan ilustrasi
geografis adalah sistem komputer, software GIS, orang, data, dan infrastruktur. Pada awalnya, data geografis hanya disajikan di atas peta dengan menggunakan simbol, garis, dan warna. Elemen-elemen geometri ini dideskripsikan di dalam legendanya, misalnya garis hitam tebal untuk jalan utama, garis hitam tipis untuk jalan sekunder dan jalan-jalan berikutnya. Selain itu berbagai data juga dapat di-overlay-kan berdasarkan sistem koordinat yang sama. Akibatnya sebuah peta menjadi media yang efektif baik sebagai alat presentasi maupun sebagai bank tempat penyimpanan data geografis. (Prahasta, 2002). Bila dibandingkan dengan peta, SIG memiliki keunggulan karena penyimpanan data dan presentasinya dipisahkan. SIG menyimpan semua informasi deskriptif unsur-unsurnya sebagai atributatribut di dalam basisdata. Kemudian SIG membentuk dan meyimpannya di dalam tabel-tabel (relasional). Setelah itu, SIG menghubungkan unsurunsur di atas dengan tabel-tabel yang bersangkutan. Dengan demikian, atribut-atribut ini dapat diakses melalui lokasi unsur-unsur peta, dan sebaliknya unsur-unsur peta juga dapat diakses melalui atributatributnya. Dengan demikian data dapat dipresentasikan dalam berbagai cara dan bentuk..
Algoritma Dijkstra Pencarian rute terpendek termasuk ke dalam materi teori graf. Algoritma yang sangat terkenal untuk enyelesaikan persoalan ini adalah algoritma Dijkstra. Algoritma ini ditemukan oleh seorang ilmuwan komputer berkebangsaan Belanda yang bernama Edsger Dijkstra. Gambar 1 berikut ini adalah pseudo code dari algoritma Dijkstra.
Algoritma Dijkstra
- 1. procedure dijkstra (w,a,z,L)
- 2. L(a) := 0
- 3. S := { }
- 4. for semua verteks x≠a do
- 5. L(x) := ∞
- 6. T := himpunan semua vertex
- 7. while z(T do
- 8. begin
- 9. pilih v(T dengan minimum L(v)
- 10. T:= T-{v}
- 11. S:= S union {v}
- 12. for setiap x(T di samping v do
- 13. L(x):=min{L(x), L(v)+w(v,x)}
- 14. end
- 15. end dijkstra
Pada tahap implementasi sistem, dimulai dengan membuat tampilan. Tampilan dibuat sederhana, menarik dan user-friendly. Database diisi dengan data tempat wisata yang ada di Bali beserta jarak tempuhnya. Algoritma Dijkstra selanjutnya
dicoding dan dites untuk menguji kebenarannya. Sistem informasi geografis yang dikembangkan berbentuk web dengan script php,
dan mySql sebagai pengelola basis datanya. Pada sistem ini data peta Bali disimpan dalam bentuk vektor atau format svg. Setelah selesai coding dan implementasi, kemudian dilakukan uji coba untuk mengetahui kebenaran sistem dan kecepatan eksekusi algoritmanya..
Scalable Vector Graphics(SVG) merupakan format file untuk menampilkan grafik dalam pengembangan web yang berbasis XML (eXtensible Markup Language). SVG berfungsi untuk menampilkan grafik 2 dimensional dalam kode XML. Pada dasarnya, SVG dapat digunakan untuk membuat tiga jenis objek grafik, yaitu path (terdiri dari garis lurus dan kurva), gambar, dan teks. SVG dapat mengkreasikan sebuah grafik yang terdiri dari banyak vektor yang berbeda-beda. Kelebihan SVG yang paling utama adalah gambar tidak akan kehilangan kualitasnya apabila diperbesar atau diperkecil (scalable), karena dibuat berdasarkan metode vektor (vector), bukan pixel (seperti format grafik pada umumnya, GIF, JPEG dan PNG). Sehingga memungkinkan pengembang web dan juga designer untuk membuat grafik dengan mutu tinggi..



Still, we can hypothesize, even if we cannot prove and establish. My hypothesis is this: that the spout is nothing but mist. And besides other reasons, to this conclusion I am impelled, by considerations touching the great inherent dignity and sublimity of the Sperm Whale
BalasHapusNow, as many Sperm Whales had been captured off the western coast of Java, in the near vicinity of the Straits of Sunda; indeed, as most of the ground, roundabout, was generally recognised by the fishermen as an excellent spot for cruising; therefore, as the Pequod gained more and more upon Java Head, the look-outs were repeatedly hailed, and admonished to keep wide awake. But though the green palmy cliffs of the land soon loomed on the starboard bow, and with delighted nostrils the fresh cinnamon was snuffed in the air, yet not a single jet was descried. Almost renouncing all thought of falling in with any game hereabouts, the ship had well nigh entered the straits, when the customary cheering cry was heard from aloft, and ere long a spectacle of singular magnificence saluted us.
HapusLorem ipsum dolor sit amet
Crowding all sail the Pequod pressed after them; the harpooneers handling their weapons, and loudly cheering from the heads of their yet suspended boats. If the wind only held, little doubt had they, that chased through these Straits of Sunda, the vast host would only deploy into the Oriental seas to witness the capture of not a few of their number
Hapus